Skip navigation

Dikutip dari khotbah tarawih di Salman.

Menurut khotib, prinsip ekonomi yang didoktrinkan selama ini adalah penyebab munculnya perilaku yang digambarkan oleh ungkapan “Homo Hominis Lupus”, manusia adalah serigala bagai manusia lain, manusia “memangsa” manusia lainnya demi bertahan hidup.

Rasio adalah faktor utama yang membentuk ilmu ekonomi barat. Prinsip ekonomi barat mengajarkan kita bahwa sumber daya tersedia dalam jumlah yang terbatas, sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas. Sehingga manusia harus mampu mendapatkan hasil semaksimal mungkin dengan usaha yang seminimal mungkin.

Dalam Islam, sumber daya tidak berbatas karena Allaah-lah sumber segala rizqi. Jika manusia meminta, niscaya Allaah akan memberikan. Yang tidak tersedia dalam jumlah banyak adalah waktu.

 

Now this one is interesting.

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 261).

Ayat ini mengajarkan prinsip berinvestasi. But rather than take them for your own sake, you’re giving the profits back to your community (ummat) instead. This way you assure that everyone tooks the advantage of your investment, everyone including you yourself.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: