Skip navigation

Siang tadi Saya pergi dari rumah menuju Baraya Travel untuk mendaftar masuk waiting list keberangkatan ke Jatiwaringin pukul 15.00 sore. Di loket pemesanan tiket jurusan Jatiwaringin terdapat seorang pria yang sedang dalam layanan, berdiri di samping kanan kursi. Juga seorang wanita tua yang mengantri berdiri di sampingnya, di sisi kiri kursi. Kursi yang disediakan tidak dipakai.

Saya berdiri di belakang Pria itu karena ruangnya lebih luang (ruang di samping wanita tua itu terlalu mepet dengan loket sebelah). Tidak berapa lama kemudian, datanglah seorang Ibu-Ibu yang dengan cepatnya mengantri di samping Saya, tepatnya di belakang kursi. Ibu itu tahu dia datang lebih akhir. Tapi meskipun posisinya di samping Saya, dia berdiri sedikit lebih di depan. sehingga seolah-olah terciptalah dua baris antrian yang berdesakan dalam sebuah loket.

Pria yang tadi memesan sudah selesai dan keluar dari antrian. Wanita tua yang semula berdiri di sampingnya akhirnya duduk di kursi. Ibu-Ibu yang datang setelah Saya dengan inisiatifnya berusaha “membetulkan” antrian kembali menjadi satu baris, dengan cara melangkah ke depan Saya.

OK. Saya selalu malas bertengkar dengan orang lain. Jadi Saya hanya berharap Ibu itu akan mengambil jurusan selain Jatiwaringin, sehingga Saya bisa merelakan tindakan tidak terpujinya itu. Harapan Saya gagal, tujuan Ibu itu adalah Jatibening. Pada akhirnya dia memasukkan namanya dalam daftar waiting list keberangkatan menuju Jatiwaringin, menjadi orang ketiga yang terdaftar, tepat sebelum nama saya!

Astaghfirullaah..

Kesabaran sungguh mahal. Saya tahu kalau Saya harus belajar tanggung jawab, belajar membentuk ketegasan, dan belajar menjadi dewasa sendiri, tanpa role model yang hadir. Tapi Saya tidak menyangka kalau akan selambat ini melakukan semuanya sendiri. Tapi setidaknya Saya belajar banyak mengenai mahalnya sebuah kesabaran.

Yaa..sebenarnya ujian kesabaran itu memang tidak cuma kejadian ini saja. “Ujian” ini dimulai dari kemarin, ketika saya tidak bisa pesan tempat di Baraya karena sudah full booked. Bahkan setelah masuk waiting list untuk keberangkatan pukul 18.30 pun Saya gagal hadir tepat waktu. Keberangkatan saya undur menjadi hari ini. Saya bisa book tempat untuk keberangkatan pukul 18.30, tapi berencana mendaftar di waiting list keberangkatan pukul 10.00 pagi. Seperti kemarin, saya gagal mengikuti keberangkatan pukul 10.00, yang memaksa saya mendaftar untuk keberangkatan pukul 15.00 sore. Siang harinya, Saya kembali harus mengurut kening setelah pulsa Mentari Saya terpotong dua ribu rupiah karena kesalahan sistem yang mengirimkan SMS daftar teman Mentari hebat berlima sebanyak tiga kali (saya hanya meminta satu kali), yang menyebabkan pulsa saya berkurang sebanyak tiga ribu alih-alih yang seharusnya hanya seribu rupiah. Selisih dua ribu rupiah itu setara dengan menelpon Dia selama 20 menit, waktu yang sangat berharga dibandingkan nominal dua ribu. “Ujian” kemudian dilanjutkan dengan kejadian ini. Dan “Ujian” ini mungkin masih belum akan berakhir. Semoga saya dapat terus belajar darinya.

Satu hal yang membuat saya yakin bahwa Ibu tadi memang tidak sopan adalah bahwa selagi wanita yang berada di depannya masih belum dilayani, Ibu itu dengan berani mengambil daftar booking yang diletakkan di depan wanita tua itu dengan alasan ingin melihat daftar keberangkatan yang tersedia. Mendahului saya yang tidak dalam posisi antrian yang benar mungkin masih bisa dibantah. Tapi mendahului wanita yang jelas-jelas layak dilayani terlebih dulu, sungguh tidak sopan ataupun layak. Tidak alasan untuk membuat pemakluman atas Ibu itu.

Saya masih berusaha tenang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: