Skip navigation

Barusan ikut nulis komentar di blognya BR, di topik tentang kesuksesan anak adalah hasil kerja Ibunya (nomor 57, hehe..narsis). Sembari nulis, Dia menegur kebiasaan Saya yang terlalu sering mengomentari tulisan orang.

Saya jadi mengingat-ingat lagi, dan memang benar saya terlalu sering berbicara. Dan kebanyakan adalah hal-hal yang sebenarnya bukan mewakili diri Saya. Atau dalam istilah kasarnya, Saya lebih banyak Omong Doang.

Padahal sebelum mulai berkoar-koar, Saya hanya merasa bahwa ada pengalaman hidup yang harus Saya bagi, atau ada kewajiban Saya untuk mengingatkan. Ternyata jadinya adalah omongan-omongan tidak membumi, yang pada akhirnya tidak didengarkan atau dianggap kata-kata sampah (junk) dan tidak memberikan manfaat apa-apa. Tidak efektif. Sia-sia.

Saya harus mulai cari cara lain untuk berbagi pengalaman.

One Comment

  1. bukan ngatain Omong Doang sih, Den Bagus. cuma kadang, maksud baik kita utk berbagi pengalaman, tdk selalu sampai sbg maksud baik k orang lain. apalagi bahasa tulisan, yg intonasi dan maknanya adlh kreatifitas pembaca. sungguh, hanya ingin mengingatkan, mengajak utk menjadi lebih baik *if that counts as a being-better action* mekaten lho..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: