Skip navigation

Sudah 8 bulan sejak Saya melewatkan momen yang dinanti oleh setiap mahasiswa, yang hampir saja tidak terkejar. Status Saya sampai saat ini masih sebagai tenaga lepas di sebuah perusahaan. Kondisi ini masih lebih baik daripada menganggur, tapi juga tidak baik.

Untuk menghibur diri, setidaknya kini Saya merasa berhak menjalani keinginan Saya sendiri. Dulu, Saya cenderung menuruti larangan orang tua. Sekarang, I make my own decisions. (Baru menyadari kesalahpahaman bahwa kemauan orang tua itu bukan untuk dituruti, tapi untuk dijadikan pertimbangan.)

Saya kejar hasrat yang sudah lama tertahan: distro-hopping, mainan linux. Dengan berbekal laptop lawas Thinkpad R30 pinjaman, hard-disk 40GB milik sendiri, dan koneksi internet kencang di kantor, “studi otodidak” Saya mulai. Semoga pengalaman yang nantinya Saya dapatkan berujung ilmu. After all, in the future, capital won’t be money, but knowledge instead.

Tantangannya adalah menyiapkan lingkungan linux desktop pada perangkat keras yang cenderung lemah dan lawas, namun untuk keperluan software development yang biasanya membutuhkan tenaga komputasi besar. Distro yang Saya bidik hanya beberapa

Puppy Linux
Saya yakin betul distro ini akan terasa paling ringan. Tampilannya tidak terlalu cantik, tapi kelengkapan fungsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari patut diacungi dua jempol. Kendala terbesar bagi Saya adalah repository-nya tidak melimpah, dan tidak adanya manpages. Andai untuk keperluan desktop secara umum, tidak perlu memilih distro lain, Puppy jaminan puas.
Zenwalk
Distro ini mulanya dikembangkan sebagai versi ringan dari Slackware, dan hanya menyediakan satu aplikasi untuk satu jenis pekerjaan, simpel, sesuai kebiasaan Saya. Cantik, tapi performanya tidak cukup ringan untuk Saya.
AntiX MEPIS
Dibangun sebagai versi ringan dari SimplyMEPIS. MEPIS sendiri dibangun dengan visi sebagai distro yang mudah dipakai, “langsung bisa”. Menarik. Sayangnya, domain mepis.org sudah sejak lama tidak bisa diakses dari Indonesia (kalau tidak salah sejak 2006, sampai sekarang). Dugaan Saya, ada yang salah dengan routing dari Indonesia ke mepis. Kalau begini, bagaimana bisa install aplikasi lain, atau melakukan update. Sangat disayangkan, sangat disayangkan.
Archlinux
Dikenal sebagai distro yang dioptimasi untuk arsitektur mesin i686 (kebanyakan distro lain mempertahankan tingkat kompatibilitas dengan arsitektur i386), dengan aplikasi-aplikasi versi terbaru. Untuk keperluan desktop, user harus melakukan instalasi aplikasi-aplikasi yang diperlukan secara manual, hal yang tampak menyusahkan dibanding distro lain. Namun ternyata ada sebuah halaman wiki di archlinux tentang instalasi untuk pemula. Di situ setiap langkah dituliskan. Dalam enam jam, Saya sudah mendapatkan empat desktop ringan (xfce, lxde, icewm, jwm). Setelah membaca informasi lain dari halaman wikinya, tiga hari kemudian desktop Saya sudah lengkap. Dan performanya mencengangkan! Hanya sedikit lebih berat daripada Puppy Linux.

Sebenarnya Saya masih berniat untuk mencoba keluarga *BSD. Namun untuk saat ini lebih baik dicukupkan. Instalasi OS dan tetek-bengeknya adalah proses yang memakan waktu. Lebih baik waktu yang ada dipakai untuk hal yang lebih produktif dulu.

Next passion: getting on the dream job, getting married!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: